Bingung Menentukan Fonts untuk Tipografi? Ini Tipsnya!

Sebagai desainer grafis atau profesi apapun yang kamu geluti dan mementingkan visual, tentu istilah tipografi sudah tidak asing didengar. Tipografi menjadi teknik dasar yang harus dimiliki oleh setiap desainer karena berhubungan dengan tata dan penentuan dalam ruang visual yang tersedia.

Tipografi merupakan perkembangan dari piktogram yang berasal dari Eropa ribuan tahun lalu sebelum masehi. Hingga saat ini, Tipografi terus berkembang bahkan ke era komputerisasi yang memudahkan teknik dan pengelolaan seni Tipografi menjadi lebih efisien.

Sebelum mengenal lebih dalam tentang Tipografi, tentunya kamu harus mengetahui tujuan utama seni Tipografi yang pastinya untuk meningkatkan kemudahan mata dalam mengenali suatu pesan. Penentuan Tipografi yang tepat tersebut biasanya berdasarkan:

  1. Warna
  2. Bentuk desain huruf
  3. Frekuensi huruf ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Selain itu, dalam Tipografi juga terdapat istilah keterbacaan (readability) yang menjadi tingkat kenyamanan/kemudahan suatu susunan huruf saat dilihat oleh pembaca. Biasanya, penentuan kenyamanan ini ditentukan oleh:

  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Aturan tata letak yang di dalamnya termasuk di dalamnya terdapat alur, spasi, perataan, dan sebagainya
  4. Perpaduan latar belakang dan kontras warna

 

Setelah mengetahui hal-hal dasar tersebut, tentu kamu sudah menyadari bahwa Tipografi pasti berhubungan dengan Font atau jenis huruf yang kamu pilih untuk sebuah desain. Untuk itulah, Tipografi juga berfungsi supaya kamu bisa mengatur huruf dan teks dengan mempertimbangkan ruang agar dapat menciptakan kesan yang sesuai dengan pesan. Kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini supaya pemilihan huruf untuk Tipografi kamu tepat:

  1. Kenali kriteria pembaca yang akan menikmati hasil karyamu.

Setiap manusia pasti memiliki karakter yang berbeda terlebih jika dipengaruhi oleh suatu situasi tertentu. Karyamu yang akan dilihat oleh banyak orang pasti memiliki target market atau tujuan spesifik yang ingin dicapai. Ketahuilah siapa target yang ingin kamu tujukkan dan kenali kriteria mereka sehingga karyamu dapat tepat sasaran. Seperti misalnya, jika kamu ingin membuat sebuah desain untuk anak-anak, maka tidak selayaknya kamu menggunakan font berjenis Serif yang membosankan, tetapi gunakan lah jenis huruf bergaya  cartoon atau Comic yang menarik bagi mereka.

  1. Jangan memilih Fonts berdasarkan selera, tetapi berdasarkan isi informasi yang ingin ditampilkan.

Seringkali desainer grafis menentukan pilihan berdasarkan selera pribadi dan melupakan sifat profesionalisme yang harus didasarkan pada tujuan pesan. Padahal belum tentu font yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan informasi yang disampaikan. Pastikan kamu membaca seluruh informasi yang ingin disisipkan pada desain, sehingga kamu bisa memilih jenis huruf yang lebih sesuai.

  1. Perhatikan Spacing dan Alignment.

Sering kali terlewatkan, Spacing dan Alignment juga menjadi bagian penting dalam Tipografi. Setiap jenis huruf memiliki ukuran tertentu yang harus kamu lihat lebih detail. Itulah mengapa, setelah menentukan jenis font yang kamu kira cocok, segera cek secara langsung apakah spacing antar satu kata dengan yang lainnya sudah enak terlihat, dan pastikan juga posisi atau alignment setiap huruf sudah sejajar dan tidak miring.

  1. Sisakan White Space.

Desain yang terlalu ramai atau terlalu heboh bukan berarti menjadi lebih menarik. Justru, niat kamu yang semula ingin membuat desain terlihat eye catching malah bikin pusing! Makanya, pastikan kamu menyisakan cukup White Space di sekitar tulisan atau gambar, yang tetap tidak mengubah pesan atau tujuan bisnis yang ingin kamu sampaikan melalui Tipografi.

  1. Hindari menggunakan berbagai jenis Fonts terlalu banyak.

Setiap font memiliki gaya dan fungsinya masing-masing. Menggunakan font yang beragam memang boleh, tapi setiap font harus selaras dan tidak bertabrakan. Menggunakan font default yang cenderung ‘biasa’ juga sebaiknya tidak dilakukan karena kamu tidak akan memberikan kesan unik yang variatif pada desain kamu. Contohnya, ketika kamu menggunakan font yang sama dengan kompetitor pada saat pembuatan tipografi untuk logo, maka kamu akan dinilai plagiat dan tidak kreatif. Selain itu, kamu juga harus ingat bagaimana fungsi penulisan yang kamu cantumkan akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pastikan pembaca nyaman dan bisa mengerti pesan yang kamu sampaikan secara naluriah tanpa harus bersusah-payah.

 

Seni tipografi adalah bagaimana cara kamu merangkai huruf menjadi sebuah rancangan karya yang mampu menyampaikan pesan dan memberikan kesan. Pastikan kamu tidak melakukan kesalahan yang fatal, karena pesan yang tidak tersampaikan tidak hanya menjadikan karyamu gagal dinikmati, tetapi juga dapat mencoreng nama baik perusahaan atau bisnis yang kamu jalani.

Related Posts

No results found.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu
Open chat