Microsoft dipaksa untuk mengubah proses instalasi default untuk Windows 10 di Brasil, karena dianggap melanggar hukum di negeri Samba itu.

Pelanggaran hukum yang dimaksud adalah mengumpulkan data pengguna tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke pengguna. Instalasi Windows 10 disebut memberikan izin secara otomatis pada Microsoft untuk mengumpulkan data pengguna.

Data-data tersebut adalah situs yang dikunjungi oleh browser, hasil pencarian, konten di email dan lokasi pengguna. Hal ini dinyatakan oleh jaksa federal di Brasil dalam keterangannya.

“Prosedur ini melanggar sejumlah aturan konstitusional, seperti perlindungan privasi,” ujar jaksa federal, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (27/4/2018).

Mereka pun mendaftarkan gugatan terhadap Microsoft untuk menghentikan Windows 10 dari pengumpulan data personal tanpa seizin pengguna. Jaksa penuntut meminta Microsoft untuk menghentikan hal tersebut dalam 15 hari, mereka pun meminta Microsoft untuk menyertakan peringatan pada konsumen saat menginstal OS ini agar konsumen mengerti konsekuensinya.

Tak hanya itu, pemerintah Brasil menyertakan denda pada gugatan untuk Microsoft tersebut, yaitu sebesar 10 juta reais (USD 2,87 juta) dan tambahan 100 ribu reais per hari sampai tuntutan jaksa itu dipenuhi.

Sebelumnya Microsoft juga dikritisi di Uni Eropa dan beberapa negara lain terkait pengaturan instalasi Windows 10 tersebut, di mana pengguna tak bisa mengatur bagaimana Microsoft mengambil data mereka.

Sumber: inet.detik.com

0
Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2018 IT Learning Center Indonesia
IT Learning Center @ Proxsis Space