Resmi Merger, Ini 5 Fakta yang Harus Kamu Ketahui tentang GoTo

Dua perusahaan raksasa di Indonesia, Gojek dan Tokopedia, resmi melakukan merger dengan tujuan untuk mendorong perkembangan keuangan di Indonesia, melalui peluang pendapatan mitra driver Gojek dan para pelaku bisnis di Tokopedia yang dapat meningkat. Hal ini disampaikan secara langsung oleh CEO GoTo, Andre Soelistyo, sebagaimana aktivitas merger ini akan berpeluang meningkatkan jumlah pesanan Gojek dari pelanggan setia Tokopedia.

Lantas, apa saja hal-hal yang terjadi dalam aktivitas merger tersebut dan bagaimana dampaknya bagi dunia digital serta bisnis Indonesia? Simak 5 fakta berikut ini:

  1. Tidak hanya terdiri dari dua perusahaan

Kebanyakan dari kamu pasti mengira bahwa GoTo hanya sebatas antara Gojek dan Tokopedia. Padahal, terdapat juga gabungan perusahaan lain yang juga turut berpartisipasi, yaitu GoTo Financial. Dikutip dari katadata.co.id, Andrea Soelistyo selaku CEO GoTo, mengatakan bahwa GoTo Financial justru menjadi lini utama dari bisnis keuangan pada merger yang dilakukan kedua perusahaan tersebut. Salah satu layanan yang nantinya akan dihadirkan dari GoTo Financial adalah bisnis penyaluran pinjaman, serta pengembangan bisnis dari data yang dimiliki oleh pengguna. Tercantum dalam situs resminya, GoTo Financial juga akan terdiri dari GoPay, Paylater, GoSure, GoInvestasi, GoStore, GoBiz Plus, Midtrans, Moka, dan Selly.

  1. Beroperasi di Asia Tenggara

Jangan salah, GoTo tidak hanya akan beroperasi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara berkembang di Asia Tenggara Negara-negara yang nantinya juga akan menjadi tempat beroperasinya GoTo antara lain adalah Vietnam, Thailand, dan Singapura. Berdasarkan investasi.kontan.co.id, rencananya GoTo juga akan membuka peluang untuk mencatatkan saham di bursa saham luar negeri hingga mencapai negara Amerika Serikat.

  1. Menggabungkan jutaan pengemudi dan pelaku bisnis

Tercatat dalam cnbcindonesia.com, sebanyak 2 juta armada pengemudi dan 11 juta mitra pedagang akan digabungkan dalam merger Gojek dan Tokopedia ini. Hal ini sesuai sebagaimana dengan bisnis GoTo yang nantinya akan mengombinasikan layanan e-commerce dengan pengiriman barang, transportasi, keuangan, serta pengiriman makanan.

  1. Layanan Gojek dan Tokopedia tetap tersedia

Meski menciptakan nama baru, Gojek dan Tokopedia tetap akan beroperasi sendiri-sendiri dalam satu ekosistem Group GoTo. Sebagaimana yang diujarkan oleh Nuraini Razak selaku VP of Corporate Communications Tokopedia, nantinya tidak ada aplikasi GoTo khusus, tetapi jaringan mitra usaha serta mitra pengemudi akan tetap saling melengkapi melalui layanan pembayaran digital dan keuangan yang mempermudah para pelanggan.

  1. Termasuk ke dalam investasi bernilai tinggi

Total dana investor yang dikumpulkan oleh Gojek dan Tokopedia adalah sebesar US$ 8.2 miliar dari investor. Beberapa investor besar yang sebelumnya menjadi investor utama Gojek ataupun Tokopedia, turut menyokop saham Group GoTo. Investor besar tersebut antara lain adalah Alibaba Group, Sequoia Capital, Tencent, Warburg Pincus, hingga Google. Tak heran, masyarakat pun berharap GoTo dapat segera masuk ke dalam bursa tahun ini melalui initial public offering (IPO) pada Bursa Efek Indonesia.

Diharapkan dengan adanya penggabungan dua perusahaan aplikasi besar ini, mitra pengemudi Gojek juga bisa berpeluang memiliki pendapatan yang lebih besar, serta seluruh UMKM di Indonesia dapat diperkuat dan ditingkatkan peluang bisnisnya, agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan yang lebih efisien dan terintegrasi. Sebagai platform konsumen digital terbesar di Indonesia, GoTo tentu akan berpotensi untuk menghadirkan pilihan barang dan jasa yang lebih lengkap dan mempermudah kehidupan masyarakat, serta meningkatkan inklusi keuangan secara menyeluruh. Jadi, tunggu perilisannya, ya!

Related Posts

No results found.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu
Open chat