Sistem operasi mobile bikinan Google, Android, pada September lalu genap berusia 10 tahun. Google terus memperbarui OS andalannya itu dengan berbagai peningkatan. Google selalu diberi julukan berupa nama cemilan manis sesuai huruf yang melambangkan versi Android menurut urutan alfabet, mulai dari Android 1.5 “Cupcake” (Android C) hingga yang tebaru Android 9 “Pie” (Android P).

Semanis apa perkembangannya? Berikut rangkuman singkat evolusi OS Android dari awal kelahirannya

Android 1.0

Versi komersial Android pertama kali hadir pada September 2008 di ponsel besutan T-Mobile, G1 (HTC Dream).  Pada waktu debutnya ini, Android hanya memiliki nomor versi (Android 1.0) tanpa embel-embel nama cemilan. Tak mau kalah saing dengan iOS (iPhone) yang hadir lebih dulu, Android 1.0 sudah dibekali notifikasi pull-down dan widgets di layar home screen, yang tidak ada pada iOS, serta kehadiran Google Play Store pertama yang waktu itu bernama Android Market.

Android 1.5 Cupcake

Selang setahun kemudian, pada 2008, OS Android baru lahir dengan nama Cupcake (versi 1.5) Di versi inilah nama cemilan manis smulai dipakai. Cupcake untuk pertama kalinya menghadirkan on-screen keyboard, menggantikan papan ketik fisik yang sebelumnya dipakai oleh perangkat Android.   Perubahan besar lainnya adalah kemampuan merekam video yang baru ditambahkan di Cupcake. Google turut membuka SDK widget Android sehingga para developer pihak ketiga bisa membuat widget sendiri untuk OS tersebut.

Android 1.6 Donut

Dirasa masih kurang dari segi jaringan dan layar, Google memperbarui Android dnegan nama Donuts (versi 1.6) pada 2009 dengan menghadirkan dukungan untuk jaringan CDMA dan beragam ukuran layar. Donuts menandai titik dimana Android sudah bisa disematkan dalam di perangkat dengan beberapa ukuran layar yang berbeda. Selain itu, untuk memudahkan pengguna dalam menjelajahi antarmuka ponsel, muncul fitur baru berupa search box yang ada dalam home screen.

Baca Juga :

Android 2.0 Eclair

Versi Android selanjutnya, yang bernama Eclair (versi 2.0), untuk pertama kalinya membawa fitur baru untuk mempermudah pengguna dalam bepergian, yakni Google Map. Fitur peta yang kelak sangat populer itu datang lengkap dengan turn-by-turn navigation dan panduan suara  (voice guidance) yang masih ada hingga sekarang. Muncul tak lama setelah Donut pada tahun yang sama, Eclair turut menambah dukungan HTML5 di browser, berikut kemampuan untuk memutar video. Lock screen turut dirombak dengan menambahkan fitur swipe to unlock ala iPhone.

Android 2.2 Froyo

Hadir pada 2010, Android Froyo (Frozen Yoghurt, versi 2.2) melakukan debutnya pada ponsel seri Nexus pertama besutan Google, Nexus One. Froyo kebanyakan memoles fungsi Android yang sudah ada sebelumnya, seperti dukungan homescreen yang bisa ditambahkan hingga 5 buah. Beberapa peningkatan lain termasuk tambahan, Voice Action, dukungan mobile hot spot dan kunci PIN untuk lock screen, melengkapi pattern lock yang sebelumnya sudah ada di Android.

Android 2.3 Gingerbread

Masih pada 2010, Android Gingerbread (versi 2.3) menambah dukungan kamera depan sehingga pengguna perangkat Android pun kini bisa menjepret selfie yang trennya makin marak. Di Gingerbread pula, Google mulai memerapkan fitur battery management untuk menginformasikan pengguna soal aplikasi atau fungsi mana yang menguras baterai. Keyboard Gingerbread turut dipermak dengan warna baru dan peningkatan dukungan multi-touch.

Android 3.0 Honeycomb

Setelah smartphone, pada 2011, Google merilis sistem operasi Android Honeycomb (versi 3.0) yang khusus ditujukan bagi perangkat tablet. Debutnya dilakukan di Motorola Xoom. Honeycomb mengusung beberapa perubahan dibanding OS Android untuk smartphone, seperti warna tema biru -bukan hijau- dan preview untuk widget. Tombol-tombol navigasi pun ditampilkan Honeycomb langsung di layar (virtual buttons) sehingga perangkat tak membutuhkan tombol fisik.

Android 4.0 Ice Cream Sandwich

Pada 2011, Android Ice Cream Sandwich (versi 4.0), memboyong fitur-fitur Honeycomb ke smartphone. Ini termasuk tombol navigasi virtual buttons yang bisa ditampilkan langsung di layar dan gestur sapuan dengan jari untuk menutup aplikasi. Ice Cream Sandwich turut menghadirkan sejumlah fitur baru seperti face unlock, rekaman penggunaan data internet, aplikasi e-mail dan kalender baru, berikut dukungan Near-Field Communication (NFC).

Android 4.1 Jellybean

OS Android berikutnya pada 2012 masih memiliki nomor versi “4”, tapi memiliki julukan baru, yakni Jelly bean (versi 4.1). Di sinilah Google mulai menerapkan teknologi asisten digital Google Now yang bisa diakses dengan sapuan jari dari home screen. Google turut mengimplementasikan “Project Butter” yang bertujuan mempermulus proses navigasi di Android lewat teknik triple buffering grafis. Hasilnya, stuttering di Android jauh berkurang sehingga terasa lebih mulus.

Android 4.4 Kitkat

Tahun berikutnya, pada 2013, Google merilis sistem operasi Android Kitkat (versi 4.4) berbarengan dengan kemunculan ponsel seri Nexus 5. Tampilan Kitkat dipermak supaya tampak lebih modern, dengan akses warna putih dan desain ulang aplikasi-apliaksi bawaaan dengan warna lebih terang. Kitkat ikut memperkenalkan frasa perintah suara “OK Google” yang digunakan untuk memanggil Google Now dengan ucapan, kapanpun dikehendaki oleh pengguna. Ada juga phone dialler baru.

Android 5.0 Lollipop

Kemunculan perangkat Google Nexus 6 pada 2014 sekaligus menandai hadirnya Android Lollipop (versi 5.0). Di OS inilah Google mulai menerapkan filosofi desain antarmuka “Material Design” yang serba “flat” di Android. Di luar tampilan kosmetik ada banyak perubahan lain di Android Lollipop, termasuk debut Android Runtime menggantikan Dalvik VM yang sudah uzur, dan dukungan format gambar RAW.

Android 6.0 Marshmallow

Android Marshmallow (versi 6.0) tiba di tahun 2015 dan membawa sejumah perubahan tampilan lebih jauh. Menu app, misalnya dirombak dan kini menggunakan later belakang putih, bukan hitam. Ada juga search bar untuk mempermudah pengguna menemukan aplikasi yang dicari. Pada Marshmallow pula, Android untuk pertama kalinya menambahkan dukungan resmi terhadap sensor peemindai sidik jari. Permissions aplikasi tak lagi diminta secara sekaligus, tapi dirinci satu per satu sehingga bisa lebih diteliti oleh pengguna.

Android 7.0 Nougat

Nougat (versi 7.0) keluaran 2016 adalah salah satu upgrade terbesar untuk sistem operasi Android. Google menambahkan dukungan multi-window sehingga pengguna bisa menjalankan dua aplikasi secara bersamaan dalam jendela terpisah yang diposisikan secara berdampingan. Fitur Data Saver pada Android Nougat membantu pengguna dalam memonitor dan membatasi penggunaan kuota data internet. Tambahan lain termasuk mode VR dan 63 emoji baru.

Android 8.0 Oreo

Setelah Nougat, Android Oreo (versi 8.0) yang dirilis pada 2017 menambah lebih banyak fitur multi-tasking seperti Picture-in-Picture. Bagian notifikasi ikut dirombak. Pengguna bisa mengatur notifikasi mana saja yang akan ditampilkan dan apa yang dilakukan perangkat saat menyuguhkannya. Selain OS Android versi “reguler”, Google juga membuat Android versi “ringan” bernama Android Go Edition yang diambil dari basis Android Oreo. OS ini khusus ditujukan supaya bisa dijalankan dengan lancar oleh perangkat-perangkat entry level Android Go.

Android 9.0 Pie

Inilah Android teranyar yang baru saja diresmikan pada Agustus lalu. Android Pie (versi 9.0) mengganti tiga tombol navigasi dengan tombol tunggal berbentuk elips. Karenanya, Android Pie pun lebih mengandalkan gestur gerakan-gerakan jari untuk melakukan hal-hal seperti multitasking. Fitur lain termasuk “Digital Wellbeing” untuk menginformasikan soal pola pemakaian perangkat, Adaptive Battery untuk membatasi pemakaian baterai oleh aplikasi, dan App Action yang langsung menjalankan fitur aplikasi dari app drawer.

klik untuk informasi pelatihan

Source : Citra Kurnia Putri – Junior IT Consultant

0
Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2018 IT Learning Center Indonesia
IT Learning Center @ Proxsis Space